Wilayah St. Yusuf Purwobinangun adalah salah satu wilayah yang dimiliki oleh Paroki St. Maria Assumpta Pakem. Area cakupan Wilayah St. Yusuf Purwobinangun berada di sebagian kelurahan Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Sebagian wilayah Kelurahan Purwobinangun yang lain yang berada di bagian utara berada di wilayah Paroki Somohitan. Sekarang ini Wilayah St. Yusuf Purwobinangun diketuai oleh Bapak Albertus P. Haryono seorang aktivis gereja yang awalnya sewaktu masih muda juga merupakan aktivis Mudika St. Angela. Wilayah St. Yusuf Purwobinangun ini merupakan tempat bernaung Mudika St. Angela yang sebagian besar melakukan aktivitasnya di Kapel St. Yusuf Purwobinangun. Wilayah St. Yusuf Purwobinangun terdiri atas 6 lingkungan yaitu, Lingkungan Matheas, Lingkungan Yohanes Berchman, Lingkungan Lusia, Lingkungan Ubaldus, Lingkungan Philipus dan Lingkungan Thomas.
Benih iman yang tertanam di Wilayah St. Yusuf Purwobinangun patut diteladani. Secara swadaya, umat berhasil membangun sebuah kapel. Hal ini dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan, yaitu wilayah ini berada 3 km di sebelah barat Gereja Paroki sementara umatnya sebagian besar adalah orang tua dan sarana transportasi masih jarang, sehingga bila mengikuti perayaan ekaristi gereja paroki saat sore hari mereka mengalami kesulitan transportasi untuk pulang. Oleh karena itu kemudian umat Wilayah St. Yusuf Purwobinangun bergotong royong membangun kapel.
Hal itutidak langsung berjalan denagn mulus. Pada saat itu, mulanya terjadi perdebatan yang alot antara pengurus wilayah dengan kaum muda mengenai lokasi tempat didirikannya kapel. Akhirnya dengan izin dari Pamong desa, Kapel St. Yusuf dibangun dan diresmikan olehRm. Jonkbloedt, S.J. Tentu saja umat sangat senang atas keberadaan kapel yang merupakan jerih payah mereka sendiri dan menjadi perwujudan kekompakan umat di wilayah ini.
Meskipun telah memiliki kapel, ternyata umat Wilayah St. Yusuf Purwobinangun tetap berperan aktif dalam kegiatan liturgi gereja paroki. Hal ini terbukti umat selalu berusaha memberi respon positif kebijakan pengurus baik wilayah maupun paroki. Kegiatan yang dilakukan di wilayah ini antara lain pendalaman iman lingkungan dan kegiatan liturgis. Setiap kegiatan selalu mendapat dukungan semua usia. Hal ini tercerminpada kegiatan liturgi kapel dimana PIA dan Mudika St. Angela ikut serta dalam kegiatan tersebut dangan sepenuh hati dan tanggung jawab.
Dari data pengurus wilayah pada tahun 2006, jumlah umat yang tercatat adalah 681 jiwa. Ini berarti 23 % dari seluruh jumlah umat di Paroki Pakem. Sampai saat ini kesadaran umat untuk menjalankan kegiatan gerejani cukup tinggi. Juga dalam setiap pengambilan keputusan untuk gereja paroki maupun kapel, mereka selalu mencurahkan pandangan yang bagus. Tak lupa mereka pun selalu melaksanakan apa yang sudah menjadi keputusan bersama, walaupun pada awal mereka menolak dalam pengambilan keputusan. Hal ini tidak terbatas pada orang tua melainkan juga pada kaum muda yang tercermin pada Mudika St. Angela.
Sifat umat yang demikia itu ternyata tidak lepas dari adanya tokoh-tokoh yang membentuknya. Tokoh-tokoh ini adalah umat yang senantiasa menyirami dan memupuk benih iman dengan sabda Tuhan. Sebagian dari tokoh tersebut kini telah berpulang ke pangkuan Tuhan. Di antaranya adalah Bapak RF. Sukoco Widarto dari Bunder, Bapak Garwoto dari Srowolan, Bapak GM Daliyo dari Beneran, Bapak Wiyoto Sarjono dari Jamblangan, serta banyak tokoh lainnya. Peran para tokoh yang mendampingi umat, sebagai guru agama maupun pengurus gereja ini sangatlah besar bagi perkembangan umat.
Hal yang patut pula dicatat dari Wilayah St. Yusuf Purwobinangun ini adalah banyak umat yang mengabdikan diri untuk kemasyuran nama Tuhan Yesus Kristus sebagai Biarawan dan Biarawati. Kini mereka tersebar di berbagai tempat berkarya, seperti di Negeri Belanda, Jakarta dan Semarang. Meski mereka berkaryadi luar kota dan luar negeri mereka masih sangat perhatian dengan kehidupan gerejani di wilayah asal mereka ini.
(disadur dan diedit dari Buku Pesta Emas Paroki St. Maria Assumpta Pakem - Franciscus Aditya)
Benih iman yang tertanam di Wilayah St. Yusuf Purwobinangun patut diteladani. Secara swadaya, umat berhasil membangun sebuah kapel. Hal ini dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan, yaitu wilayah ini berada 3 km di sebelah barat Gereja Paroki sementara umatnya sebagian besar adalah orang tua dan sarana transportasi masih jarang, sehingga bila mengikuti perayaan ekaristi gereja paroki saat sore hari mereka mengalami kesulitan transportasi untuk pulang. Oleh karena itu kemudian umat Wilayah St. Yusuf Purwobinangun bergotong royong membangun kapel.
Hal itutidak langsung berjalan denagn mulus. Pada saat itu, mulanya terjadi perdebatan yang alot antara pengurus wilayah dengan kaum muda mengenai lokasi tempat didirikannya kapel. Akhirnya dengan izin dari Pamong desa, Kapel St. Yusuf dibangun dan diresmikan olehRm. Jonkbloedt, S.J. Tentu saja umat sangat senang atas keberadaan kapel yang merupakan jerih payah mereka sendiri dan menjadi perwujudan kekompakan umat di wilayah ini.
Meskipun telah memiliki kapel, ternyata umat Wilayah St. Yusuf Purwobinangun tetap berperan aktif dalam kegiatan liturgi gereja paroki. Hal ini terbukti umat selalu berusaha memberi respon positif kebijakan pengurus baik wilayah maupun paroki. Kegiatan yang dilakukan di wilayah ini antara lain pendalaman iman lingkungan dan kegiatan liturgis. Setiap kegiatan selalu mendapat dukungan semua usia. Hal ini tercerminpada kegiatan liturgi kapel dimana PIA dan Mudika St. Angela ikut serta dalam kegiatan tersebut dangan sepenuh hati dan tanggung jawab.
Dari data pengurus wilayah pada tahun 2006, jumlah umat yang tercatat adalah 681 jiwa. Ini berarti 23 % dari seluruh jumlah umat di Paroki Pakem. Sampai saat ini kesadaran umat untuk menjalankan kegiatan gerejani cukup tinggi. Juga dalam setiap pengambilan keputusan untuk gereja paroki maupun kapel, mereka selalu mencurahkan pandangan yang bagus. Tak lupa mereka pun selalu melaksanakan apa yang sudah menjadi keputusan bersama, walaupun pada awal mereka menolak dalam pengambilan keputusan. Hal ini tidak terbatas pada orang tua melainkan juga pada kaum muda yang tercermin pada Mudika St. Angela.
Sifat umat yang demikia itu ternyata tidak lepas dari adanya tokoh-tokoh yang membentuknya. Tokoh-tokoh ini adalah umat yang senantiasa menyirami dan memupuk benih iman dengan sabda Tuhan. Sebagian dari tokoh tersebut kini telah berpulang ke pangkuan Tuhan. Di antaranya adalah Bapak RF. Sukoco Widarto dari Bunder, Bapak Garwoto dari Srowolan, Bapak GM Daliyo dari Beneran, Bapak Wiyoto Sarjono dari Jamblangan, serta banyak tokoh lainnya. Peran para tokoh yang mendampingi umat, sebagai guru agama maupun pengurus gereja ini sangatlah besar bagi perkembangan umat.
Hal yang patut pula dicatat dari Wilayah St. Yusuf Purwobinangun ini adalah banyak umat yang mengabdikan diri untuk kemasyuran nama Tuhan Yesus Kristus sebagai Biarawan dan Biarawati. Kini mereka tersebar di berbagai tempat berkarya, seperti di Negeri Belanda, Jakarta dan Semarang. Meski mereka berkaryadi luar kota dan luar negeri mereka masih sangat perhatian dengan kehidupan gerejani di wilayah asal mereka ini.
(disadur dan diedit dari Buku Pesta Emas Paroki St. Maria Assumpta Pakem - Franciscus Aditya)

1 komentar: